“Tidakkah kamu melihat orang2 yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Rabbnya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmuNya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya” (QS Al Jatsiyah: 23)
Ibnul Qayyim dalam bukunya yang sangat terkenal Ad Da’wad Dawa’ atau Al Jawab asy Syafi’ an Man Sa’ala ‘anid Dawa’ asy Syafi’ mengatakan. Rasa suka dan cinta yang berlebihan itu banyak sebabnya. Diantaranya,
1. Hati yang tidak terisi oleh rasa cinta, rasa syukur, dzikir, dan ibadah kepada Allah.
2. Membiarkan mata jalang. Mengumbar mata adalah jalan yang menghantarkan pada kesedihan dan keresahan :
“Katakanlah kepada orang2 laki2 yang beriman :”Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya..” (QS An Nur:30)
“Pandangan itu merupakan salah satu anak panah iblis yang sangat beracun, barang siapa yang menghindarinya karena takut kepada Alloh, maka Alloh akan menggantinya dengan keimanan yang dirasakan manis di dalam hatinya”. (HR. Al-Hakim, ia menshohihkannya dan dikuatkan oleh Al-‘Iraqy).
3. Meremehkan ibadah, dzikir, doa, dan sholat nafilah.
“Sesungguhnya sholat itu mencegah dari perbuatan2 keji dan munkar” (QS Al Ankabut : 45)
Untuk mengobati rasa rindu dan cinta yang berlebihan terhadap sesama makhluk yang kecantikan dan ketampanan-nya hanyalah fana, Ibnul Qayyim memberi resep yaitu :
1. Berusaha untuk selalu berada dipintu-pintu ibadah dan memohon kesembuhan kepada Yang Maha Agung.
2. Merendahkan pandangan dan menjaga kemaluan.
“..mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya..”(QS An Nuur : 30),
” Dan orang2 yang menjaga kemaluan mereka” (QS Al Mu’minun : 5)
3. Menjauhkan hati dari hal2 yang bisa mengikatnya dan berusaha melupakannya.
4. Menyibukkan diri dengan amal sholeh dan berguna.
” Sesungguhnya mereka adalah orang2 yang bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas ” (QS. Al-anbiya : 21)
5. Menikah secara syar’i.
” Maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi ” (QS. An Nisa : 3)
” Dan, diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya “. (QS. Ar Rum : 21)
Rasulullah bersabda, “Wahai para pemuda, barangsiapa diantara kalian yang sudah mampu untuk menikah, hendaklah menikah.”
Beruntunglah kita yang masih mempunyai iman dan senantiasa mendapat hidayah-Nya. Sebuah hadits yang perlu dan harus kita jadikan renungan. Rosululloh pernah mengingatkan kepada Ali dan pemuda yang lain yang isinya “Wahai Ali, janganlah pandangan itu diikuti oleh pandangan yang lain. bagimu hanyalah yang bertama dan bukan yang selanjutnya” (HR Ahmad, Abu Dawud dan Turmudzi). Kecenderungan manusia adalah serba ingin tahu. Ketika dia tahu cantik parasnya, maka dia ingin melihat apa yang ada dibalik wajah cantik tersebut dan begitu seterusnya. Dan Rosululloh sadar benar dengan naluri manusia tersebut. Makanya rosululloh mengingatkan hal tersebut.
“Demikianlah, agar Kami memalingkan daripadanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih” (QS Yusuf: 24)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar